• Evaldo Silva Juga Ingin Berlabuh ke Persis?


    Evaldo Silva Ingin Berlabuh ke Persis?
    SOLO, Timlo.net - Laskar Sambernyawa terus berbenah mempersiapkan diri menghadapi putaran kedua kompetisi. Di pintu bursa transfer, bek kawakan Persijap Jepara asal Brasil, Evaldo Silva dikabarkan juga ingin merapat ke Persis Solo. Selama bermain di Liga Indonesia, Evaldo Silva menghabiskan waktunya dengan hanya membela Persijap Jepara sejak 2004 lalu. Sebelumnya ada nama Walter Brizuela yang akan berlabuh ke Persis. Bahkan pemain asal Argentina yang pernah satu klub dengan Evaldo di Persijap ini, rencananya akan datang hari ini (Kamis - Red). Brizuela yang berposisi gelandang, didatangkan Persis guna mengisi posisi yang ditinggalkan Mbom Mbom Julien. Sementara Evaldo Silva akan bersaing dengan tiga bek asing lainnya yakni Bruno Casmir, Michael Ndubuisi, dan Nnana Onana yang juga berminat bergabung ke Persis Solo. Evaldo sendiri merupakan pemain paling senior di Persijap Jepara dan menjadi kapten tim beberapa musim. Kondisi Persijap Jepara yang tengah dihantam krisis finansial membuat banyak pemain, termasuk Evaldo Silva memilih keluar dari Laskar Kalinyamat (julukan Persijap). Dikabarkan para punggawa Persijap baru mendapat gaji setengah bulan, dari total tiga bulan kompetisi ISL berjalan ini. “Memang, saya sudah ada komunikasi dengan Persis. Tapi saya belum akan bicara banyak terkait rencana saya ke Persis, karena ingin saya selesaikan dulu masalah dengan Persijap,” beber Evaldo saat dihubungi via ponselnya, Kamis (22/5) siang. Terpisah, Manajer Persis Solo, Totok Supriyanto mengaku telah mengetahui rencana mendatangkan Evaldo, dari pelatih Widyantoro. Pihaknya mengaku memberikan kewenangan kepada pelatih soal kemampuan pelatih. “Evaldo Silva juga mengajukan tawaran lewat pelatih Widyantoro. Intinya silahkan pemain asing datang untuk dilihat kemampuannya, masuk atau tidak dengan kebutuhan Persis penilaian ada di pelatih,” jelas Totok. Sementara pelatih Persis, Widyantoro mengatakan akan melihat prospek calon bek asing berdasarkan track record di klub sebelumnya. “Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Untuk itu saya lihat dulu track recordnya pemain- pemain ini di klub sebelumnya. Seperti pemain keluar dari klub karena alasan apa,” ungkap Widyantoro.
  • GM Persijap M.Said Basalamah Mengundurkan Diri



     
     Basalamah Mengundurkan Diri .
     
    Assalamu'alaikum...

    Tertanggal hari ini, Rabu 21 Mei 2014, saya sudah mengirimkan surat resmi pengunduran diri sebagai CEO & GM Persijap kepada Komisaris PT Jepara Raya Multitama yang juga Ketum Persijap bapak Tafrichan.

    Alasan saya adalah saya merasa tidak mampu untuk mempertahankan Persijap dari sisi finansial maupun prestasi. Dan saya kira banyak orang Jepara yang sebenarnya lebih mampu dan profesional untuk menyelamatkan Persijap

    Tugas terakhir saya kemarin adalah mendatangkan bapak Yudi Suryata sebagai Pelatih dan 4 pemain baru yang sudah didatangkan, mereka adalah John Takpor, Carlos Raul S (Charlie), Agung Suprayogi (eks Persela) dan Rahmat Riva'i. Dua pemain lagi berposisi sebagai Gelandang dan pemain Belakang masih dipantau pelatih. Dikontrak ataupun tidak, terserah manajer baru nanti.

    MS Basalamah.
  • New Ready Stock !! ‪#‎TasBanaspati‬

    Logo ber bordir, bisa buat naruh laptop dan lain2, cocok buat di bawa ke sekolah, di pake saat Tour mengawal persijap dan lain sebagainya

    Harga Rp: 55.000

    Contact Person (hubungi)
    Distrik Utara : 08990744919
    Distrik Kota : 085740777200
    Distrik Timur : 08985942485

    Buruan di beli bro, sebelum kehabisan stock

  • Manajemen Peringatkan Raja Isa

    Pelatih Persijap Jepara Raja Isa diperingatkan oleh manajamen lantaran tim yang diasuhnya kian terpuruk di dasar klasemen Grup 4 Indonesia Super League (ISL) 2014.

    Sempat berada di peringkat ke sembilan atau tiga dari bawah, kini satu-satunya tim di Jateng yang berlaga di kasta tertinggi sepakbola di Tanah Air itu menjadi juru kunci di bawah Persik Kediri.

    Macan Putih bisa merangsek naik satu peringkat menggeser Persijap setelah mengalahkan Macan Kemayoran 2 : 1 dengan meraih poin 5 . Adapun Persijap hanya mengoleksi poin 4, hasil dari satu kali menang, satu kali seri, dan 6 kali kalah.

    Pada dua sisa pertandingan paruh putaran pertama, Evaldo Silva dkk dituntut bisa mendulang poin maksimal. Pada Kamis (24/4) besok Mahesa Jenar ditantang Barito Putra dan 4 Mei mendatang akan bentrok dengan Persita Tangerang di Stadion Singaperbangsa Karawang. Manajemen pun memberi ultimatum kepada Raja Isa agar bisa memenangkan pertandingan karena jika tidak segera bangkit terancam degradasi.

    M Said Basalamah, Direktur Utama PT Jepara Raya Multitama, perusahaan pengelola Persijap Jepara mengaku sudah memberikan peringatan kepada Raja Isa agar dalam dua laga paruh putaran pertama bisa membawa pulang poin. "Target kita sebenarnya dapat poin 4. Tapi ultimatum kita minimal 3 poin," tandasnya, kemarin.

    Jika pengurus menargetkan 3 poin, berarti salah satu dari dua pertandingan itu harus dimenangkan Persijap Jepara. Namun jika tidak bisa membawa hasil maksimal, Basalamah berjanji akan melakukan evaluasi tim.

    "Evaluasi ini hal yang wajar dilakukan semua tim usai pertandingan baik menang atau kalah. Jika tidak sesuai dengan harapan, Raja akan saya beri kesempatan untuk menyampaikan pandangannya apa karena materi pemain atau masalah lainnya," jelasnya.

    Menurut Basalamah, tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. Tuan rumah belum tentu bisa memenangkan pertandingan. Seperti yang pernah dialami Barito Putra, juga tumbang di kandang sendiri oleh Persija Jakarta dan Persib Bandung. "Home tidak menjamin 100 %, masih open," katanya optimistis.

    Persijap diperkirakan tidak akan mudah mencuri poin dari Barito. Pasalnya dari materi pemain sendiri Laskar Antasari dihuni oleh pemain lebih mentereng seperti Yosua Pahabol striker timnas U-21 dan Yongki Aribowo. Kemudian dibenteng pertahanan ada Abanda Herman eks Persib Bandung. Adapun Persijap masih mengandalkan para pemain musim lalu seperti striker lokal Noor Hadi dan center back Evaldo Silva. Pada gelandang Boy Jati Asmara, Cucu Hidayat dan Ahmad Noviandani.
  • Suporter Minta Pelatih Devinitif

    Pengangkatan Evaldo Silva sebagai suksesor Raja Isa di Persijap mendapat tanggapan beragam dari suporter dan pemain. Bagi suporter, penunjukan Evaldo sebagai pelatih belum bisa dikatakan sebagai penyelesaian masalah. Mereka tetap meminta pergantian pelatih tetap, bukan pelatih sementara.

    ”Apalagi yang dipilih adalah pemain senior Evaldo yang sampai sejauh ini tenaga dia (Evaldo) masih sangat dibutuhkan tim di lini belakang Persijap,” kata Syaiful Amin, pengurus Jepara Tifosi Mania (Jetman) kepada Koran Muria, kemarin.

    Menurutnya, Evaldo hanya sebagai pelatih sementara bagi tim berjuluk Laskar Kalinyamat. Dengan demikian, Evaldo saat ini merangkap jabatan sebagai pemain sekaligus pelatih. Kebijakan tersebut dinilai terlalu berisiko. Lantaran, Evaldo harus membagi konsentrasi antara menjadi pelatih dan pemain.

    ”Kami berharap manajemen bisa bersikap jelas dan tegas, karena kondisi tim sedang terpuruk di dasar klasemen wilayah barat ISL saat ini,” ungkapnya.

    Hal senada dikatakan pendukung Persijap yang tergabung dalam wadah Banaspati. Pengurus Banaspati Helfin Febrianti menjelaskan, belum kembalinya Raja Isa ke Jepara memberikan banyak penafsiran di kalangan para suporter. Bahkan, banyak yang berspekulasi maupun menilai Raja Isa tidak akan kembali lagi.

    ”Kondisi ini tentu saja membuat kami curiga. Sudah tiga pertandingan tidak ada dan tidak memberikan alasan yang jelas,” ucap Helfin.

    Menurut dia, sudah saatnya manajemen membuat keputusan yang tegas terkait pelatih. Kalau memang sudah tidak diperlukan dalam tim, pelatih lama dapat dicopot dan diganti dengan palatih baru yang tentu saja menyesuaikan dengan kondisi keuangan tim saat ini.

    ”Pelatih lokal tidak masalah, yang penting bisa membawa Persijap lebih baik. penunjukan Evaldo sebagai pelatih sementara juga bukan solusi terbaik karena Evaldo adalah pemain andalan di belakang,” ujarnya.

    Terpisah, para pemain Persijap menyambut positif keputusan ini. Mereka berharap, Evaldo mampu membawa Persijap ke posisi lebih. ”Evaldo sudah sangat paham karakter Jepara. Hampir sepuluh tahun di Jepara dan bergabung dengan Persijap. Dipilihnya Evaldo selain menjadi kapten, bisa memotivasi untuk mendapatkan poin di pertandingan besok. Kami berharap lebih baik dibandingkan sebelumnya,” papar Anam Syahrul.

    Menurutnya, semenjak dipegang Evaldo para pemain lebih bersemangat. Terlebih latihan dengan rekan sendiri membuat para pemain lebih enjoy dibanding sebelumnya. ”Latihan lebih enjoy tapi tetap serius. Saya dan teman-teman juga merasakan hal yang sama. Semoga ke depannya lebih baik,” terang dia. (Koran Muria)
  • Sobrinho Angkat Kaki

    Persijap Jepara mulai ditinggalkan oleh pemainnya. Penggawa yang sudah tidak betah lagi memperkuat Persijap adalah Claudio Luis Sobrinho. Pemain yang baru merumput kali pertama di Indonesia itu diinformasikan sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada manajemen.

    Selanjutnya, pemain yang beroperasi di lini tengah itu akan pulang ke negaranya di Brasil pada jeda putaran pertama ini. Kepulangan bomber andalan tim dengan jersey merah-merah itu diduga karena kondisi finansial Laskar Kalinyamat yang sedang tidak baik.

    Sebenarnya, performa Claudio cukup bagus. Dia juga telah memberi kontribusi 2 gol. Pertama melalui set piece saat menjamu Persib Bandung dan dari titik putih saat menjamu Kabau Sirah, julukan Semen Padang.

    Keluarnya Sobrinho merupakan sebuah kerugian bagi tim Persijap. Karena itu, Persijap harus mencari pemain pengganti yang memiliki kualitas minimal setara dengannya. Keluarnya Sobrinho disampaikan oleh caretaker Pelatih Persijap Evaldo Silva.

    “Pertandingan melawan Persita Tangerang itu laga terakhir Sobrinho. Dia sudah mengajukan surat keluar ke Basalamah (Direktur Utama Persijap), saat ini masih mengurus administrasi, termasuk gajinya,” kata Evaldo Silva saat dihubungi.

    Setelah bertandang ke Stadion Singaperbangsa Karawang untuk menerima tantangan Persita Tangerang pada Minggu (4/5) lalu, pemain Persijap kini masih diliburkan. Tim akan memulai latihan lagi pada 12 Mei 2014, untuk persiapan menghadapi putaran kedua Indonesia Super League (ISL).

    Evaldo mengatakan, dengan keluarnya Sobrinho, Persijap setidaknya membutuhkan tambahan pemain asing lagi minimal dua orang. Ini untuk mengisi posisi Sobrinho di tengah dan lini depan, yang sudah ditinggalkan oleh Christian Lenglolo.

    “Lenglolo kan sudah dicoret sejak awal. Dengan tambahan dua asing, berarti nanti ada tiga termasuk saya di lini belakang,” papar pemain cukup lama membela Persijap Jepara ini.

    Dia mengaku sudah mendengar rencana penambahan pemain dari manajemen pada jendela transfer setengah kompetisi ini. Namun terkait siapa pemain yang akan diincar, dirinya tidak tahu secara pasti. Menurutnya, penambahan pemain memang diperlukan agar timnya bisa lepas dari papan bawah klasemen sementara.

    Beberapa waktu lalu, ada mantan pemain Persijap Carlos Raul Sciucatti, atau biasa sapa Charly yang ikut latihan bersama tim.

    “Charly datang latihan untuk menjaga kondisi tubuh saja. Mungkin libur ini digunakan oleh manajemen untuk mengurusi soal rencana tambahan pemain,” jelasnya. (Sindo)
  • T-SHIRT SPESIAL ANNIVERSA12Y

    READY STOCK..!
    Special T-shirt Ultah Banaspati yg ke 12.
    Bersatu Untuk Persijap.

    IDR : 75 ribu. + free sticker

    - Warna: Merah ( tdk ada warna lain)
    - Semua ukuran ada ( S - XXXXL )
    - Lengan panjang dan Pendek
    - Cowok + Cewek

    CP ( Contact Person) / Hubungi :
    Distrik Utara : 08990744919
    Distrik Kota : 085740777200
    Distrik Timur : 08985942485

    * Luar kota bisa kirim-kirim Via.....

  • READY STOCK BANASPATI SHOP

    READY STOCK !!!
    New Slayer / Bandana

    Harga 25.000 rupiah

    CP ( contact person / hubungi )
    Distrik Utara : 0899 0744 919
    Distrik Kota : 0857 4077 7200
    Distrik Timur : 0898 5942 485

    Buruan di beli bro,sebelum kehabisan. stock terbatass..!!!

    ORA ORI ORA

  • Copyright © 2013 - BANASPATI - Powered by Blogger - Editor by Prasetya Adhi Wibowo